Selasa, 02 April 2013

Pangkep Belum Umumkan Honorer K2, Diduga Ada Permainan

Pengumuman verifikasi honorer K2 di kabupaten/kota Provinsi Sulsel rupanya tidak serentak. Seperti di Kabupaten Pangkep yang belum melansir hasil verifikasi tersebut.
Belum keluarnya hasil verifikasi honorer ini menimbulkan kecurigaan berbagai pihak. Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pangkep (JMP2), Ibnu Hajar Assagaf mendesak pihak Badan kepegawaian Daerah (BKD) Pangkep segera mengumumkan hasil verifikasi dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) tersebut.
Ibnu dengan tegas menuding jika sikap BKD Pangkep yang mengulur hasil verifikasi tersebut adalah sinyal bahwa hasil verifikasi tersebut akan dimainkan untuk kepentingan tertentu.
“Masa daerah lain sudah keluar Pangkep belum, apa alasan BKD menunda pengumuman. Jelas ini ada maksud lainnya,” tegas Ibnu, Senin (1/4) siang tadi.
Hal ini, menurut Ibnu sangat berdasar, apalagi jika dihubungkan dengan isu transaksi jatah KII hingga Rp 70 juta yang beredar di Pangkep beberapa waktu lalu.
Untuk itu, dirinya berjanji akan menggalang koalisi LSM dalam rangka memantau proses pengumuman hasil verifikasi honorer KII di Pangkep. Ibnu menegaskan kepada BKD Pangkep untuk jangan mencoba mempermainkan hasil verifikasi honorer KII.
“Kita akan awasi, saya sudah komunikasi dengan teman-teman yang concern dengan persoalan ini. Setiap perkembangannya kita kawal,” tutupnya.

Protes Jalan Rusak, Warga Blokir Akses Tambang

Puluhan warga Kampung Sela, Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro kembali melakukan aksi blokir jalan akses ke sejumlah tambang, Senin (1/4). Aksi ini digaler setelah kesabaran mereka habis melihat kondisi jalan desa mereka rusak parah akibat aktifitas truk 10 roda pengangkut hasil tambang
Massa menggunakan pos ronda yang diangkat ke tengah jalan untuk menutup akses satu-satunya di kampung ini menuju lokasi-lokasi tambang.
Warga menuding aktifitas kendaraan tambang 10 roda yang menyebabkan jalan desa ini rusak. Warga menuntut agar perusahaan melakukan perbaikan jalan dengan menimbun jalan yang berlubang.
Selain itu, warga juga mendesak kepada seluruh perusahaan untuk menjalankan kesepakatan dengan warga, yakni melakukan penyiraman setiap hari. Penyiraman jalan ini dilakukan untuk mencegah debu yang diakibatkan oleh kendaraan.
Meski menutup sebagian ruas jalan, namun warga membuka jalan untuk pengendara sepeda motor dan mobil lain, kecuali kendaraan pengangkut hasil tambang.
Menurut Kepala Desa Mangilu, Abdul Malik M, aksi warga ini dipicu karena mereka sudah berkali-kali meminta agar perusahaan tambang memperhatikan kondisi jalan yang semakin rusak. Tapi karena tidak mendapat tanggapan positif, maka warga melakukan aksi tutup jalan.
“Tuntutan warga agar jalan diperbaiki. Sebenarnya tuntutan ini sudah pernah kami sampaikan, tapi karena dijanji-janji maka warga tutup jalan,” kata Malik saat dihubungi.
Aparat kepolisian yang tiba dilokasi langsung memediasi pertemuan antara warga dengan pengelola tambang. Setelah negosiasi dihadapan petugas kepolisian, staf desa, BPD Mengilu serta pengawas dari perusahaan-perusahaan tambang, pengusaha menyanggupi tuntutan warga. Besok rencananya perbaikan jalan akan dimulai, perusahaan tambang akan mulai menimbun dan meratakan. Warga juga berjanji akan membantu perbaikan jalan ini.
“Besok janjinya penambang akan memperbaiki jaan dibantu warga. Tapi kalau tidak ditepati, warga akan kembali tutup jalan,” ujar Malik.

AGH Sanusi Baco ‘Oppo’ Pimpin Syuriah NU Sulsel

Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco LC terpilih kembali (oppo) menjadi Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sulsel, untuk masa Khidmat 2013-2018, Minggu (31/3) siang tadi.
Proses pemilihan Rais Syuriah yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Mahasiswa UMI, Darul Muhklisin Padang Lampe, Pangkep ini berjalan lancar.
Pemilihan pertama yakni memilih calon Rais Syuriah yang diikuti seluruh Syuriah Pengurus Cabang NU Se Sulsel. Dimana dari total suara sebanyak 25, (24 dari PCNU Kabupaten/kota dan satu Pengurus Wilayah). Keseluruhannya memilih kiyai kharismatik ini.
Sehingga secara otomatis AGH Sanusi Baco terpilih menjadi Rais Syuriah.